Kamis, 08 Januari 2009

Malas Mentoring

minggu pagi, 14 desember 2008, saya bangun dengan bunyi komputer yang ternyata masih hidup dari semalam. di lantai masih ada sisa-sia teh di cangkir dan jejak-jejak cracker malkist yang menemani pekerjaan saya pada malam minggu itu.

saya cek hp, ada sms yang belum terbaca. saat dibuka, ternyata itu sms dari mentor saya yang isinya mengingatkan bahwa nanti sore sehabis ashr akan ada mentoring. kemudian saya berpikir sejenak menngingat motivasi untuk datang ke majelis itu. namun yang muncul adalah alasan untuk tidak datang.

program microsoft word yang masih tertampil di monitor membuat saya sadar bahwa tugas-tugas kuliah di akhir semester ini cukup banyak dan harus dipenuhi deadline-nya. akhirnya saya memutuskan untuk tidak datang mentoring dan tetap melanjutkan pekerjaan yang sudah saya rencanakan harus selesai satu bagian pada hari itu. tanpa mandi saya pun mulai bercengkerama dengan komputer dan buku.

penunjuk waktu desktop berbentuk angka 14.30 dan pekerjaan belum selesai. saat tiba-tiba datang lagi sms dari mentor yang isinya kira-kira berbunyi: “aslm akh mudah2an antum tidak telat datang, kasian teman2 yang sudah semangat menghafal quran nanti luntur”

saya sadar lagi ternyata saya adalah pj quran di kelompok. saya mentoring bukan semata-mata untuk kepentingan saya sendiri. langsung saja saya mandi, kemudian shalat ashr (sehabis mandi, adzan berkumandang di masjid sebelah kos), setelah itu bergegas berangkat ke tempat majelis.

pada waktu sesi curhat di mentoring, saya mendapati pengakuan teman yang ternyata juga hari ini sebetulnya dia sudah berniat tidak datang mentoring karena mempersiapkan uas. tapi kebetulan sebelum mentoring, dia bertemu teman lain yang sekelompok yang dengan semangat ingin datang. dari situ (menurutnya) timbul lagi semangat untuk datang mentoring. dia tidak ingin mengecewakan semangat teman kami itu.

jadi, jika suatu saat kita merasa malas untuk datang mentoring, walaupun alasannya sangat bisa diterima dan masuk akal serta syar’i, coba dipikir-pikir lagi!

insyAllah mentoring jauh lebih bermanfaat ketimbang kepentingan kita yang bisa saja dikerjakan setelah mentoring.

0 komentar:

Poskan Komentar