Selasa, 17 Februari 2009

Valentine: Romantisme Rendahan

ruang 9019 gedung oktagon itb, kamis 12 februari 2009, 13:00. waktu itu kuliah filsafat ilmu, saat secarik kertas ukuran a4 sampai ke meja saya. lembaran itu berisi publikasi layanan ucapan valentine yang dikemas menjadi paket-paket dengan harga tertentu. jadi jasa itu menawarkan untuk memberi ucapan kepada target dengan berbagai cara. contoh paketnya antara lain seperti lagu+ucapan, lagu+ucapan+cokelat, dan sebagainya. sambil membaca sambil merenung, masih saja orang-orang membuang waktu untuk anggapan romantisme yang sia-sia ini. kemudian saya coba menggali segala hal tentang valentine di benak ini.

satu, valentine adalah perayaan romawi berkenaan dengan mitos peristiwa ‘penyusuan’ romulus -pendiri romawi- oleh seekor serigala betina. perayaan ini dilakukan dengan darah domba dan anjing yang dilumurkan kepada dua pemuda. kemudian darah itu dicuci dengan susu. setelah itu keduanya berlari sambil mencambuki para wanita yang ditemuinya sebagai tuah kesuburan. kesimpulannya: pagan

dua, valentine adalah prosesi perjodohan. wanita-wanita yang cukup umur akan menuliskan namanya di kertas kemudian pria-pria akan mengambil sebuah kertas. setelah itu nama yang muncul akan menjadi pasangannya untuk ’saling melayani’ selama setahun. jika cocok mereka akan menikah. jika tidak maka prosesi itu akan berulang pada tahun berikutnya. kesimpulannya: maksiat

tiga, valentine adalah hari raya untuk memuja dewi juno (dewi cinta orang romawi). kesimpulannya: syirik

empat, valentine adalah untuk mengenang ‘orang suci’ kristen yang dihukum mati. ia dihukum karena menentang kaisar waktu itu yang melarang pemuda menikah dengan alasan jika tidak menikah mereka akan menjadi prajurit yang tangguh. atau dalam versi lain ia dihukum karena menyeru kepada agama kristen. kesimpulannya: perayaan agama lain

lima, valentine adalah berasal dari bahasa latin berarti, ‘yang maha perkasa’, yang ditujukan kepada nimrod dan lupercus, tuhan orang romawi. sedangkan cupid (bayi comblang) adalah anak nimrod. kesimpulannya: syirik

enam, valentine adalah tahayul orang eropa yang meyakini bahwa tanggal 14 februari adalah hari saat kasih sayang bersemi. kesimpulannya: khurafat

tujuh, valentine sekarang menjelma menjadi gaya hidup kebarat-baratan, hura-hura, dan pergaulan bebas. seolah hal ini menjadi ideologi baru bagi kaum muda yang berimbas pada rusaknya moral. kesimpulannya: even seperti ini menjauhkan generasi muda muslim dari nilai-nilai islam yang dibawa oleh al-qur’an dan sunnah.

bukankah tidak ada salahnya mengungkapkan kasih sayang? ya, tapi jika tergantung pada even seperti ini jelas akan langsung terkait pada latar belakangnya yang buruk itu (tujuh paparan di atas). jika bicara soal kasih sayang, jelas islam adalah agama yang penuh kasih sayang. cukuplah kita berkasih sayang dengan landasan islam, dan tidak perlu lagi memikirkan hal konyol macam valentine.

Maka seorang mukmin tidak dianggap beriman sebelum dia berhasil mencintai sesamanya laksana dia mencintai dirinya sendiri [HR Muslim]

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus. [QS Al-Hujurat (49) : 7]

lama saya menahan kertas itu di tangan sambil berpikir tentang hal-hal di atas. sampai-sampai sepertinya teman sebelah meja mengira bahwa saya akan memesan paket valentine tersebut. akhirnya saya berikan kertas itu ke sebelah dan saya kembali fokus ke kuliah filsafat yang ternyata menarik.

0 komentar:

Poskan Komentar